Arsip untuk ‘Akhwat’ Kategori

Demonstrasi di Monas

Agustus 7, 2009

Demonstrasi di Monas
——————————————————————

waktu keluar dari dpp pks mampang aku berpapasan dengan serombongan akhwat yang akan menuju monas untuk berkumpul berdemonstrasi.

setelah semua persiapan selesai aku naik bus way dan ternyata bertemu dengan rombongan tadi , yang berjumlah 5 orang

1 orang murrobiyah dan 4 muttarobinya, sang murrobiyah berumur 45 tahunan tampang cukup dewasa, sambil membawa 2 orang anak

ke empat muttarobi masing masing Rina, Ulva, Saskia dan Dila, mereka semua berpakaian panjang dengan jilbab sampai pantat.

Mereka memakai jilbab yang berbeda-beda ada yang putih , ungu dan biru tampak anggun dan serasi dengan wajah manis mereka.

—————————————————————————————-

Aku adalah salah seorang anak pengurus dpp pks, dan sering hilir mudix ke dpp membantu Bapak. penampilanku sopan dan bersahaja, katanya ganteng dan murah senyum

rupanya diantara mereka yaitu murrobiyah nya mengenali wajahku , meski tidak kenal nama tapi menjadi awal yang baik untuk perkenalan.

Sang murrobi tersenyum tipis dan akau membalas dengan sopan.Sambil bengong aku memandangi ke empat remaja putri yang ayu dan anggun, sebenarnya aku tidak begitu tertarik ikut demonstrasi, tapi karena simpati ku terhadap kekejaman Israel , akhirnya aku memutuskan ikut, aku sendiri bukanlah anak yang taatberagama sebagaimana ikhwan pks .

————————————————————————————————

Meski jilbab menutup sampai kebawah, keindahan tubuh ke empat akhwat itu tampak terlihat jelas, dengan kulit wajah yang senantiasa berseri tanpa meninggalkan kesan pemalu, dada yang menonjol dan pinggang yang membesar layaknya biola.

mendekati pasar festifal, seorang akhwat terpaksa berdiri karena ada ibu yang lebih tua masuk demikian juga aku ikutan berdiri karena banyak penumpang lain berdatangan, kebanyakan ibu-ibu arisan dan anak-anak seumuran smp dan sd.

kondisi bus jadi lumayan padat. aku dan akhwat tadi berdiri berdekatan bahkan akhirnya bersentuhan. tak bisa tidak mataku tertuju pada bongkahan pantat akhwat yang sintal dan menggairahkan

si akhwat juga asyik berbicara dengan temannya yang duduk, aku memutuskan mengambil kesempatan untuk menempelkan tubuhku ke ke badannya, maklum goyangan bus mendukung niat jailku itu.

nyaman sekali ketika penisku mengesek pantatnya, si akhwat kayaknya maklum karena kondisi bus yang bergoyang dan sedang asyik ngobrol dengan temannya, tapi lama-kelamaaan dia menyadari ada batang penis yang menempel di belahan pantatnya, dia pun mulai terdiam, kesempatan ini aku ambil untuk membuka pembicaraan
dengan dia, “Mau kemana mbak”, tanyaku. ” ke monas ada munasyoroh” jawabnya , merdu sekali suaranya.

“maafya desek-desekan” kataku. sejak dari pasfest aku sering mengesekkan penis ku ke pantannya , nikmat sekali belahan pantat akhwat ini, empuk dan bersisi, dia kadang tampak risi, tapi karena tahu kondisi dia diam saja

sesampainya HI kondisi macet total karena ratusan ribu masa pks berkumpul di sana, setelah 30 menit menunggu kondisi tetap seperti semula , banyak suara sound system yang meraung keras,

aku makin berani menempelkan penis ku dan tangan ku mulai meraba pinggulnya dia tampak menyadari hal tersebut namun karena malu di diam saja, tangan ku meremas pantatnya beberapa kali dan kadang turun ke paha, tangan ku yang satunya berusaha menelusup lewat ketiaknya untuk menyentuh bukit indah di dadanya.

setelah sekitar 5 menit aku meremas pantat nya akhwat itu tampak menikmati bercampur marah, dan kemudian membalikan badannya sambil mendelik.

————————————————————————————-

kemudian aku memanfaatkan kondisi itu untuk secepat kilat mengambil pisau di saku, dan menusuk ke perutnya. si akhwat tampak kaget, sambil bertatapan aku berkata “diam”
kemudian kuambil tangannya dan ku tempelkan kepada penisku.

dan menuntunnya untuk membelainya, mau tak mau akhwat itu harus menuruti perintahku, kemudian ku keluarkan penisku dan tangan mungil itu kupaksa mengocok penisku,

nikmat sekali rasanya. matakami terus bertatapan , dan lama kelamaan tampak sayu lah mata gadis itu.

tangan ku yang satu mulai bergerilya ke bagian payudara, dan meremas-remas dadanya

karena posisi yang rapat orang di sekeliling tidak menyadari, dan hanya melhat-lihat keramaian di luar.

di tengah keheningan kami, sang murrobiyah dari jauh berkata” ayo turun saja.

aku pun bersungut dan mengikuti mereka dan berbisik ke pada si akhwat yang kuketahui bernama Ulva, jangan bilang

Ulvah hanya menunduk mungkin karena malu dan takut.

aku terus berbaur dengan mereka sambil ikut meneriakan yel-yel.

aku menempel Ulvah dan berada di paling belakang dari kami ber enam , mereka sibuk dengan aktivitasnya serta mengurusi kedua anak sang murrobiyah.

aku mencairkan suasana dengan mengajak obrol ulvah tapi tidak di jawab,

sepanjang perjalanan aku sering meremas pantat ulvah dan kalau kondisi berdesakan aku keluarkan penis unutk minta di kocok, suatu saat aku tidak tahan dan muncratlah air maniku ke luar, aku pun pura-pura bego dan tetap bersama mereka.

——————————————————————————————–

ketika sampai di perkebunan monas aku paksa Ulvah untuk memisahkan diri, tentu saja dengan pisau ditodong ke balik jilbab ulvah. aku mencari tempat di sebelah mushola di mana kondisi tidak terlihat siapapun, dan kebali memaksa ulvah untuk mengulum penisku dengan mulut mungilnya.

setelah selesai aku kembali membaur, saat acara selesai kami pun pulang bersama…di Bus Ulvah hanya diam dan tampak lelah , sebagaimana yang lain juga kelelahan

sepanjang perjalanan penisku senantiasa menempel di belahan pantatnya….nikmat sekali pengalaman hari itu.

sesampai di dpp aku hanya bertukar senyum dengan murrobiyah, aku berharap esok hari bertemu ulvah lagi.

Guru TK Islam

Agustus 7, 2009

Guru TK Islam
————————————————————————————————-
sore itu aku jalan-jalan di sekitar TK Islam Al Munawarah, tampak anak kecil sedang belajar huruf hijaiyah. mereka tampak rapi melafadzkan huruf – huruf tersebut, memang kekuatan huruf hijaiyah itulah yang membuat Al Qur’an tetap otentik sampai sekarang.

di balik kerumunan itu terlihat ukhti Oki sedang menulis di papan, ukhti tampak anggun dan ayu suaranya terdengar merdu. aku sering bengong menikmati kecantikan wajah ukhti OKi


——————————————————————————————
Beberapa hari terakhir tiap sore aku mampir ke TK tersebut untuk menikmati kesejukan Ukhti Oki. Jilbab lebarnya tidak bisa menutupi kemolekan tubuh nya, rok panjangnya menutup sampai kaki.

Akhirnya aku cari akal bagaimana mendekatinya, kalau para akhwat kan tidak boleh berdekatan dengan lelaki atau pacaran apa lagi yang lain
————————————————————————————–
aku pun menemui Mba Oki dan mengutarakan isi hati untuk ta’aruf(perkenalan), walaupun pada awalnya ditolak akhirnya ybs mau diajak jalan.

pada pertemuan awal hanya makan siang dan jalan-jalan ke toko buku. di pertemuan ke tiga aku ajak ybs ke Ancol.

perjalanan ke Ancol menggunakan motor supra fit ku yang sederhana. perjalanan sangat menyenangkan kita sering bicara hal hal yang tidak jelas, diselingi tawa renyah dan canda-an kecil. Dalam hati aku berpikir akan benar-benar jatuh cinta pada mba Oki.

tanpa disadari tubuh kami merapat, karena mbak Oki bonceng gaya laki-laki dan aku suka mengerem mendadak saat ada lobang di jalan dapat kurasakan tonjolan hangat bukit kembar mbak Oki, hembusan nafas mbak Oki sering menerpa tengkuk belakangku , aku pun menjadi horni dan makin pelan dalam berkendara .

sesampainya di Ancol aku memilih pergi ke dufan terlebih dahulu, pada saat mengantri ticket aku beranikan untuk memeluk tubuh sintal Mbak Oki dari belakang, penisku langsung mencium lembut pantat mbak Oki, agaknya mbak Oki sudah tidak mengindahkan norma-norma ke akhwatannya. aku pun memanfaatkan hal itu untuk memeluk erat tubuhnya, penisku makin menegang dan membesar. Oki hanya diam dan malah menggerak- gerakan pantatnya , yang makin membuat aku keenakan.
—————————————————————————————-
Kami bermain di Dufan sampai sore, kemudian meluncur ke pantai Ancol, suasana pantai sangat sepi hanya tampak beberapa pasangan di kejauhan.

Kami berpelukan memandang debur ombak dan matahari yang mulai menyurut, suasana sangat romantis ,kedua tangan mba Oki menumpu pada batas pantai, meskipun memakai jilbab lebar dan rok panjang , pantatnya sungguh terlihat indah,wajah ayunya diterpa sinar matahari sore yang redup. Aku memanfaatkan kesempatan untuk memeluk tuuhnya dari belakang , dan si penis yang sudah sedari tadi tegang, langsung menyusur belahan pantatnya, mba Oki malah tampak menikmati tonjolan di pantatnya . aku beranikan tanganku untuk menyusup ke jilbab lebarnya dan meremas payudara montok nya, mba Oki tampak terkejut tapi setelah ku bujuk akhirnya Oki hanya diam, dan lama kelamanan mulai menikmati. akupun mak in intents mengosok belahan pantat oki dengan penisku. susana main gelap aku beranikan untuk menyingkap roknya tangan mbak oki berusaha menolak tapi karena kalah tenaga dia akhirnya diam saja, aku megelus pantat bahenolnya dan menyusuri selangkan dan paha mulusnya. Mbak Oki tampak mulai terangsang. tangan ku mulai mengaduk-aduk vagina mbak Oki yang makin membuat mba Oki kelojotan. diam diam aku mngeluarkan penisku dan aku slipkan di selangkangan mba Okidan akhirnya langsung menembus vagina mba Oki dengan pelan.

mba oki ingin berteriak tapi ku bungkam mulutnya dan aku terus menyodok pelan, tetesan air mata mba oki mengalir di tanganku, lama-kelamaan dia tampak pasrah. dan aku terus memacu penisku, sungguh jepitan vagina mbak Oki sangat nikmat, setelah beberapa lama, aku membalikan tubuh mbak Oki dan memaksanya berjongkok sehingga penisku mengacung tepat di wajahnya, aku memaksa mbak Oki mengulum penisku dan muncratlah air maniku di mulutnya, mbak oki tampak sedih karena keperawanannya telah hilang, tapi aku hibur dengan berjanji untuk menikahinya.

Kami pun pulang agak larut..
————————————————————————
mulai hari itu aku sering berkunjung ke tk tersebut dan di waktu senggang mbak oki sering bercumbu dengan ku bahkan sering aku memaksanya untuk memuaskan sahwatku ketika murid-murid telah pergi. mbak Oki sering menangis dan menagih kapan aku menikahinya. aku hanya menjanjikan secepatnya

makin hari aku makin sering bermain ke tk tersebut, ketika aku melihat mbak Oki mengajar nafsuku terasa menggelegak, keanggunan wajahnya dan indah tubuhnya tidak bisa di tutupi oleh jilbab lebar yang di kenakan, senyum dan candanya ketika mengajar makin menggairahkan tapi senyum itu kadang berubah menjadi tangis ketika penisku menusuk mulut dan vaginanya, aku kadang-kadang sudah tidak menhiraukan lagi ke akhwatannya setiap ada kesempatan , penisku menghujam ke belahan vagina yang sempit kepunyaannya, kadang kami ke mall atau ke bioskop dan pada akhirnya aku memaksanya untuk mengocok penisku, kadanga di bus kota aku senantiasa menggesek penis ku ke belahan pantatnya dan di akhiri semburan air maniku di tempat-tempat sepi.

setelah tiga bulan semua per zinahan ini berlangsung aku memutuskan, untuk menghilang dan meninggalkan kekasihku mbak Oki yang anggun dan ayu itu

mungkin mbak Oki sekarang sudah hamil dan menikah, dan mungkin telah melahirkan anakku

semoga kisah ini tidak terulang pada para akhwat,


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.